Wednesday, November 25, 2015

Nyeri Tak Tertahankan pada Gigi Bisa Jadi Tanda Infeksi Saraf Gigi

Ungkapan sakit gigi lebih sakit daripada sakit hati tidak jarang difungsikan juga sebagai penggambaran rasa nyeri yg dialami dikala gigi bolong atau berlubang. Pakar menyampaikan rasa nyeri yg sangat amat sangat tersebut berjalan dikarenakan infeksi saraf gigi atau yg biasa dinamakan yang merupakan ‎infeksi pulpa di kalangan medis.
cara mengatasi sakit gigi
Prof Dr drg Endang Suprastiwi, SpKG(K), Guru Akbar Ilmu Konservasi Gigi FKG UI menyampaikan bahwa pulpa gigi yakni saraf yg unik. Letaknya yg ada di tengah-tengah ‎gigi membuatnya susah diobati disaat rusak atau terkena infeksi.

"Pulpa itu kan jaringan saraf gigi yg ada di tengah-tengah gigi, ia dikelilingi oleh lapisan keras. Jikalau jaringan di sektor badan lain, kulit contohnya, luka kan mampu menutup & sembuh sendiri. Pulpa lantaran ada ditengah & dikelilingi lapisan keras tak dapat sembuh jika luka atau infeksi, oleh sebab itu amat unik sekali," ungkap Prof Endang, dalam program pengukuhannya sbg guru akbar FKG UI di Balai Sidang Universitas UI, Depok, Sabtu (7/3/2015).

Uniknya, pulpa menciptakan metode perawatan saat pulpa terinfeksi jadi terbatas. Dulu, infeksi pulpa cuma sanggup ditangani bersama mengamputasi jaringan saraf tersebut. Perawatan ini dikenal yang merupakan perawatan akar gigi.

Baca pun : obat tradisional sakit gigi berlubang

"Karena nyeri banget ya, nggak dapat tertahankan. Minum obat nyeri saja nggak hingga dua jam telah sakit lagi. Oleh Sebab Itu lalu perawatannya bersama mengamputasi sarafnya, jadinya sarafnya dipotong," tambah Prof Endang.

Waktu pulpa diamputasi, automatic bidang tengah gigi jadi kosong. Akibatnya, gigi jadi lemah & perlahan-lahan bakal mati. Gigi jadi lebih enteng keropos, rusak, patah atau tanggal.

Tetapi seiring berkembangnya era, waktu ini sedang dikembangkan metode perawatan pulpa tidak dengan amputasi. Sekian Banyak penelitian diluar negara coba menyelamatkan pulpa yg infeksi tidak dengan mesti diamputasi, bersama metode transplantasi sel punca.

"Harapannya supaya sel punca tersebut bisa memperbaiki gigi dari dalam. Benar-benar belum ada hasil yg konkret, tetapi sekarang ini penelitian sedang dikembangkan ke arah sana," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment